Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat hari ini hidup dalam dunia yang serba cepat, serba instan, dan serba terhubung. Namun, di balik kemudahan itu, ada ancaman besar yang sering dianggap sepele: mis informasi dan hoaks. Keduanya bukan hanya merusak kualitas diskusi publik, tetapi juga bisa memengaruhi keputusan sehari-hari, bahkan memicu konflik sosial.
Ironisnya, teknologi berkembang jauh lebih cepat daripada kesiapan masyarakat dalam menggunakannya. Banyak orang yang sudah sangat mahir memakai gawai, tetapi belum sepenuhnya memahami cara memilah informasi.
Literasi digital bukan soal bisa mengoperasikan smartphone,tetapi tentang bagaimana kita berpikir kritis, memverifikasi data, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dibingkai untuk menyesatkan.
Hari ini, setiap orang bisa menjadi “media”. Satu unggahan bisa menyebar lebih cepat daripada proses klarifikasi. Di titik inilah tanggung jawab individu menjadi penting.