Lembata - Mengikuti kemauan Forum parlemen jalanan (formalen) dan ekspedisi Lembata (eksel) Pemda Lembata melalui wakil Bupati Muhamad Nasir membangun koordinasi dengan Syahbandar agar kapal Feri Roro Inerie dua, bisa Sandar di pelabuhan Laut Lewoleba.
Pantauan media ini, kapal roro Inerie dua yang melayani rute Kupang, Lewoleba dan sebaliknya akhirnya sandar samping di pelabuhan Laut Lewoleba, pelabuhan rakyat yang baru di Bagun tahun 2023 dan secara resmi digunakan tahun 2024 dan masih dalam masa pemeliharaan.
Dengan sandarnya kapal feri Roro Inerie dua, mengakibatkan, kapal penumpang penyebrangan dari Lewoleba, waiwerang, larantuka harus cari jalan lain untuk menurunkan penumpang maupun sebaliknya.
Pandangan yang tidak menarik ini terjadi karena, wakil bupati Muhamad Nasir hadir di pelabuhan laut Lewoleba didampingi sejumlah kepada OPD menyaksikan proses sandar kapal feri roro di dermaga yang tidak diperuntukan untuk kapal tersebut.
Wakil Bupati yang hadir sebagai Pemerintah kabupaten Lembata yang terkesan "takluk" pada formalen, hadir di pelabuhan untuk melihat dari dekat ujicoba sandar kapal feri Roro Inerie dua.
Wakil bupati tampak serius mendengar apa yang disampaikan koordinator Formalen saat di pelabuhan rakyat .
Kapal Feri Roro Inerie dua, kapal yang sebelumnya menabrak dolphin dermaga feri waijrang hingga rusak itu diminta untuk sandar di pelabuhan rakyat yang baru dua tahun di gunakan.
Kapal Roro tidak dibenarkan sandar di pelabuhan rakyat namun, karena harus mengikuti kemauan segelintir pihak kapal tersebut akhirnya Sandar padahal, dengan sandarknya kapal roro di pelabuhan rakyat membawa dampak negatif terhadap aktifitas bongkar muat kapal rakyat di pelabuhan Laut Lewoleba.
Nanda Kepala ASDP Lembata saat ikut pantau aktifitas kapal Inerie dua di pelabuhan Laut Lewoleba (9/4/2026) mengatakan, kami sudah koordinasi dengan pimpinan di pusat, karena kami disini tidak bisa mengambil keputusan.
Harapan kita pelabuhan waijrang bisa beroperasi, dan kami sedang berjuang agar pelabuhan sesegera mungkin bisa di perbaiki ujar Nandar
Perbaikan pelabuhan butuh anggaran besar, kita bergantung pada yang di atas. Kita sudah buat kajian dan kirim tapi harus bersabar.
Situasi ini mau tidak mau, suka tidak suka pelayanan harus tetap jalan, ini beresiko sandar samping di pelabuhan rakyat tapi kita berupaya sambil menunggu pelabuhan waijrang kita perbaiki
Sementara itu, Perwakilan formalen Pedro Pito Lerek, mengatakan pihaknya tidak main-main urus ini, tapi jika di pelabuhan rakyat ini kita tidak dapatkan solusi maka, kongkritnya ada disana.
"Saya ingatkan kita tidak main-main, suka tidak suka disana alternatifnya (sebelah jober) tempat Plengsengan dermaga feri lama, yang pernah digunakan di tahun-tahun awal lembata otonomi.
Pedro ingatkan kepada semua pihak baik pemerintah maupun asdp, harus ada solusi bagi ekspedisi kalau tidak formalen tegas akan gunakan cara mereka.
"Kami akan datang ke kantor -kantor kalian dan gunakan cara kami, jika tidak ada solusi dari persoalan ini" tegas Pedro Lerek kader PDIP Lembata.