Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Gubernur NTT Temui Pengembang Geothermal Sampaikan Rekomendasi Perbaikan Berkelanjutan untuk PLTP

Berdasarkan temuan tim Satgas, Gubernur Melki menegaskan perlunya tindakan antisipasi retakan untuk mencegah timbulnya manifestasi baru

Indonesiasurya
Sabtu, 02 Agustus 2025 | 21:02:36 WIB
Gubernur NTT

Indonesiasurya.com, Mataram, 02 Agustus 2025 - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, hadir di kantor PT PLN (Persero) Pusat untuk menyampaikan sejumlah rekomendasi perbaikan-perbaikan berkelanjutan  kepada pimpinan pengembang panas bumi demi keberlangsungan sejumlah proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di NTT, Senin, 28 Juli 2025.

Kunjungan Gubernur Melki merupakan tindak lanjut atas uji petik yang dilakukan Satgas Pemprov di sejumlah wilayah kerja panas bumi (WKP) guna memverifikasi dan memvalidasi fakta lapangan terkait pengembangan PLTP, serta kunjungannya ke beberapa titik geothermal dalam rangka berdialog dengan masyarakat terdampak beberapa waktu lalu.

Di hadapan PT PLN (Persero) serta tim pengembang yang terdiri dari PT Sokoria Geothermal Indonesia, PT Daya Mas Nage Geothermal, dan PT Geo Dipa Energi, Gubernur Melki bersama pejabat Pemprov NTT lainnya, menjabarkan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan pengembangan panas bumi di lapangan, mulai dari  manifestasi, kondisi jalan, realisasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), sampai isu kesehatan dan lingkungan yang berputar di sekitar masyarakat.

"Intinya adalah pelaksanaan dialog antara pemprov, pemkab, desa, pengembang geothermal dan masyarakat yang pro dan kontra harus dilakukan secara masif dan terukur serta dilaksanakan di lokasi itu saja, agar pihak-pihak yang tidak berkepentingan tidak dapat menyusup dalam dialog tersebut," jelas Gubernur Melki.

Berdasarkan temuan tim Satgas, Gubernur Melki menegaskan perlunya tindakan antisipasi retakan untuk mencegah timbulnya manifestasi baru. Ini dapat dilakukan melalui kajian pemetaan pola sebaran keretakan, terutama di lokasi WKP PLTP Mataloko. Di samping itu, penting untuk menggunakan teknologi presisi tinggi agar manfestasi tidak muncul di lokasi lain.

Terkait proyek pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok, Gubernur Melki menegaskan pembangkit ini patut dipertahankan dan ditingkatkan sebagai pemasok utama listrik di Kabupaten Manggarai. Sejalan dengan itu, pengetahuan dan pemahaman masyarakat  tentang konsep dan dampak geothermal terhadap manusia dan ekosistem perlu ditingkatkan agar masyarakat semakin memahami pentingnya perluasan kapasitas PLTP Ulumbu demi terpenuhinya energi listrik yang andal.

"Dialog harus dikedepankan, terutama dengan penolak geothermal. Jika dialog sudah dilaksanakan dengan baik, kegiatan konstruksi bisa dilanjut," ungkapnya. 

Sementara itu, di PLTP Atadei, Gubernur Melki menyampaikan tim pengembangan mesti segera menyelesiakan penyesuaian harga ganti rugi pemilik tanah melalui pendekatan intens dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku.

Di PLTP Sokoria, disebutkan bahwa sebagian besar warga (sekitar 85%) mendukung PLTP Sokoria karena manfaat listrik, kerja, dan ekonomi. Sisanya menolak karena dugaan dampak lingkungan yang tidak terbukti secara signifikan di lapangan.

Tim pengembang dinilai perlu mengadopsi mekanisme pengaduan dan pemantauan partisipatif, melaksanakan sosialisasi yang konsisten dan berkelanjutan dalam setiap tahapan aktivitas, serta mengarahkan program CSR agar lebih menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Menanggapi rekomendasi Gubernur Melki, EVP Panas Bumi PT PLN (Persero), John Y.S. Rembet, mengurai sejumlah agenda ke depan mengacu pada temuan tim Satgas, akan dilakukan kegiatan pada green area terlebih dahulu (access road, wellpad G, J, dan D) setelah pelaksanaan FPIC di Poco Leok.

Sementara terkait manifestasi di PLTP Mataloko, akan dilakukan studi risiko kemunculan manifestasi baru, serta rencana pembangunan geopark (remidiasi lingkungan) yang saat ini sedang dalam tahap proses pengajuan anggaran.

Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, menyampaikan untuk swasembada energi, geothermal di Flores merupakan berkah yang punya potensi besar mendorong laju perekonomian di NTT.

"Akan dilakukan perbaikan dan penyempurnaan sesuai rekomendasi," ucap Suroso.

Hadir di lokasi, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Yasir, mengungkapkan dalam upaya swasembada energi, PLN melibatkan beberapa teknologi kunci yang teruji dalam hal konversi energi panas bumi menjadi listrik.

PLN, kata GM Yasir, juga harus memastikan sepanjang penggarapan dan operasional PLTP di NTT selalu sejalan dengan pemantauan kondisi lingkungan sekitar. Pemantauan lingkungan sekitar wilayah geothermal ini mencakup aspek kualitas air, udara, getaran, kebisingan, termasuk kondisi sosial masyarakat sekitar proyek.

"Lahan di PLTP Atadei sedang proses pembebasan dan program CSR penyediaan air bersih sedang berjalan. Dengan hadirnya Pak Gubernur, turun langsung dan berdialog dengan masyarakat sekitar lokasi pembangunan, ini menunjukan dukungan pemerintah," ucap GM Yasir.[]


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Anggaran Terbatas, Tahun 2026 Di Lembata Nyaris Tak Ada Paket Proyek Yang Di Tender

Paket pekerjaan apbd tahun 2026 lebih pada pengadaan langsung karena, pagu di bawah 200 juta dengan metode e-katalog" un

| Rabu, 03 Juni 2026
Stok Obat Di Gudang Dinas Kesehatan Ada, Plt.Kadis Kesehatan "Tidak Benar Kalau Dibilang Kosong"

Ada 69 Koli obat di gudang farmasi dinas kesehatan, tinggal permintaan dari puskesmas maka, kami akan diatribusikan ke m

| Selasa, 02 Juni 2026
Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 18