Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Korupsi Iklim Penyalahgunaan Kekuasaan Yang Patut Di Basmi

Nama lengkap Alfonsius Devids Mauandung Mahasiswa Unwira Kupang

Indonesiasurya
Senin, 27 Oktober 2025 | 15:11:05 WIB
Foto

Korupsi iklim merupakan salah satu bentuk korupsi yang semakin mendapat perhatian dalam isu lingkungan global.

Istilah ini mengacu pada penyalahgunaan kekuasaan, kebijakan, atau dana yang seharusnya digunakan untuk menangani perubahan iklim, tetapi justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Di Indonesia, korupsi iklim menjadi ancaman serius karena dapat menghambat upaya pemerintah dalam melindungi lingkungan dan menanggulangi dampak perubahan iklim.

Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Namun, praktik korupsi di sektor lingkungan — seperti penyalahgunaan dana reboisasi, perizinan tambang, dan pengelolaan lahan — masih sering terjadi.
Akibatnya, program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim tidak berjalan optimal. Alih-alih memperbaiki kondisi lingkungan, tindakan koruptif justru mempercepat kerusakan hutan, pencemaran air, dan peningkatan emisi karbon.

Menurut saya, korupsi iklim bukan sekadar masalah hukum, tetapi juga masalah moral dan keadilan sosial. Masyarakat kecil yang hidup di sekitar hutan atau pesisir menjadi korban utama, sementara pelaku korupsi menikmati keuntungan pribadi.

Pemerintah harus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program terkait lingkungan. Pengawasan publik, pelibatan masyarakat sipil, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku korupsi di sektor iklim menjadi langkah penting untuk menyelamatkan masa depan bumi dan generasi mendatang.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Mesin Pengolahan Jagung Beroperasi, Bupati Kanis Tuaq: Mulai dari yang Kecil, Bangkit dari Keterbatasan

"Sesuatu yang besar harus memulai dari yang kecil. Sesuatu yang sukses harus menghadapi masalah dan kendala. Jarang oran

| Sabtu, 10 Oktober 2026
Wisuda XXVIII Unipa Maumere: Luluskan 708 Sarjana, Rektor Pesan Jangan Jadi "Sarjana Kertas"

"Berkarya berarti ilmu tidak berhenti sekadar teori, tetapi hidup dalam kebersamaan. Berinovasi butuh keberanian mencipt

| Sabtu, 10 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 15